Poker Indonesia menjadi salah satu pasar pengembang permainan poker dunia. Hal ini berakar dari tingginya minat orang Indonesia pada permainan poker sekaligus taruhan. Tidak heran ketika taruhan online masuk Indonesia, langsung disambut dengan suka cita. Hal ini membantu akses taruhan di tengah sulitnya melegalkan taruhan di Indonesia.

Selain pengalaman bertanding yang membedakan antara pemain pemula Poker Indonesia dan pemain profesional adalah pengelolaan emosi. Bagi pemain pemula emosi menjadi masalah klasik dalam mengambil keputusan yang tepat. Emosi yang menimbulkan kesalahpahaman bisa saja berdampak sangat besar pada hasil permainan.

Dengan peluang memenangkan permainan dengan pembayaran tinggi bisa berbalik menjadi kerugian besar, jika anda salah dalam melihat permainan karena emosi. kali ini kami akan membahas 5 kesalahpahaman yang umum terjadi pada pemain baru yang harus anda hindari.

Gambaran Kesalahpahaman di Meja Poker Indonesia

Kesalahpahaman pertama adalah kepercayaan jika anda berada di situasi X maka harus memutuskan y. Misalkan ketika Anda menggunakan langkah call pada putaran pra flop Anda harus menerapkan langkah serupa pada putaran flop. Contoh lainnya jika Anda menggunakan call pada putaran flop, harus menggunakan langkah serupa pada putaran turn in dan seterusnya.

Meskipun antara satu putaran dengan putaran yang lain saling berhubungan, Anda harus jeli melihat pemisahan situasi antar masing-masing putaran. Untuk mempermudah gambaran mari kita lihat contoh anggapan bahwa ketika anda menggunakan tangan marginal dan bermain pada flop, Anda harus mencapai putaran turn in dan river.

Pemain A menduduki kursi button dan mendapatkan kartu 7 sekop dan 4 sekop dari dealer. Pada putaran kali ini pemain yang menduduki kursi UTG menaikkan taruhan 2,5 pot. Sedangkan lawan Anda yang berada di posisi cut off memasang nilai taruhan yang sama, begitu juga dengan pemain A dan BB.

Situasi berikutnya yang terjadi pada putaran flop diawali dengan dibukanya kartu 10 sekop, 8 sekop, dan 3 keriting. BB memilih tidak memasang taruhan namun bertahan di meja. Sedangkan untuk kembali bertaruh dengan 7 pot, dan begitu juga dengan pemain cut off.Setelah itu PBB memutuskan menaikkan taruhan mencapai 46 pot. Pada gilirannya UTG dan CO menggunakan opsi call dengan memasang 46 pot.

Mengapa Langkah di Atas Salah?

Putaran flop cukup menguntungkan bagi pemain A, dengan call pada putaran pra flop relatif longgar. Namun ketika taruhan yang dipasang oleh UTG direspon dengan check dan raise pemain harus merelakan tangannya. Karena kemungkinan salah satu dari pemain poker Indonesia yang merespon pemain UTG tersebut mendapatkan Flush. Situasi ini sangat jelas menggambarkan bagaimana situasi bagus pada putaran flop belum tentu menguntungkan pada putaran putaran berikutnya.

Namun sebagai pemain emosional, kadangkala situasi ini luput dari perhitungan anda. Permasalahan ini jika tidak dapat anda selesaikan dengan baik situasinya akan semakin memburuk. Kesalahpahaman ini juga terkait dengan antar round. Misalkan Anda berhasil menerapkan strategi tertentu pada saat round belum tentu strategi yang sama berhasil pada round berikutnya.

Yang perlu anda perhatikan adalah Anda harus mempunyai pegangan yang kuat sebagai dasar menyikapi situasi. Dasar-dasar ini berupa ekuitas tangan murni, ekuitas tangan sebenarnya, ekuitas pot. Dari ekuitas murni anda dapatkan peluang memenangkan permainan dari kartu yang anda dapatkan.

Baca Juga : Hindari Kesalahan Saat Daftar Permainan Poker On Line

Sedangkan teori ekuitas sebenarnya dikombinasikan dengan lawan yang anda hadapi posisi yang anda duduki, serta situasi meja. sedangkan ekuitas pot kelayakan taruhan yang Anda gunakan dengan menjadikan ekuitas sebenarnya menjadi acuan Poker Indonesia.